Tuesday, April 24, 2007

Sebuah Paradigma

Barusan saya blogwalking nemu tulisan bagus disini, ketika baca tulisan ini saya jadi inget banyak keluahan temen-temen di salah satu milis yang saya ikuti, serta obrolan-obrolan di YM. bahkan kemarin salah satu temen saya sempet mengeluh dan ingin banget segera keluar dari kerja dan cari pekerjaan yang baru. ya sebenarnya sih masalahnya semuanya sama kesenjangan kesempatan antara yang lebih tua dan yang lebih muda.
saya jadi inget iklan salah satu produsen rokok "yang muda yang gak di percaya" iya iklan ini memang kerasa nyentil deh.
Manajemen sering kali kadang hanya meliat senioritas, menganggab yang lebih tua lebih mampu, melihat bahwa dengan pengalaman mereka lebih layak mendapatkan kepercayaan. Manajemen yang bagus dan profesianal seharusnya memberikan kesempatan yang sama bagi semua karyawannya. manajemen yang bagus saya yakin sudah memikirkan hal ini. iya yang lebih tua memang mungkin memiliki emaosional control yang lebih bagus dari yang muda karena faktor umur dan pengalaman walaupun ini gak selamanya. tapi jangan dilupakan juga unsur kreatifitas, yang lebih muda apa lagi generasi pegawai yang baru yang fresh graduate masih segar semangat dan memiliki modal pendidikan lebih baik ( dalam hal teori ) dari pada yang lebih tua saya rasa perlu di pertimbangkan.
Gap antara yang tua dan yang muda dalam hal knowledge, emotion dan semangat serta kreatifitas ini sebenarnya bisa di jembatani dengan transfer knowledge diantara keduanya, atau melalui diklat dan pelatihan yang bagus dan terencana. Kayaknya emang paradigma ini ada di hampir seluruh perusahaan, bukan hanya dipekerjaan bahkan di dunia kampus, di pemerintahan dan yang lainnya. kalo gak percaya coba aja tanya sama para praja junior di IPDN.
Kayaknya setiap perusahaan mestinya juga berpikir menghilangkan paradigma in, yang lebih penting adalah kepuasan karyawan harus dijaga jangan sampai masalah seperti ini mengurangi semangat kerja para karyawan.
sudah saat nya Yang muda diberi kesempatan yang sama dengan yang lebih tua.
bagai mana menurut anda? apa bener paradigma ini ada? Tanya kenapa?

7 comments:

Adhi said...

Baru tau nih kalo blog saya dijadiin link.
Ehm, saya sendiri jujur saja masih mencoba untuk mencari tantangan. Jadi pengen ngeliat juga, di swasta ky apa sih? apa gap multigenerasi cm banyak terjadi di perusahaan pemerintah / BUMN ? memang ga mudah mengubah sebuah paradigma

danida said...

hm....pernah ada satu kejadian dimana ada satu sistem komputerisasi yang baru tp pihak senior merasa ga suka padahal itu lebih mempermudah, ternyata ga suka karena ga bisa n merasa gengsi kalo diajarin yg muda2, hm...padahal sebenernya kalo yg tua n yg muda bersatu Insya Allah justru akan lebih baik & maju kan ya? apalagi kita bisa menghormati n menghargai satu sama lain, indahnya kebersamaan:)

Adhi said...

Hmm.. betul sekali.Berarti memang gap multigenerasi perlu di jembatani ya.Walaupun tidak skeptis bahwa semua perusahaan pemerintah seperti itu. Btw, mas laks di perusahaan BUMN apa ya kalo boleh tau?

Laksono said...

@ Adhi, saya bekerja di BUMN yang anda ceritakan mas adhi :D.

@ Danida, iya terutama masalah teknologi dan peraturan-perturan terbaru kadang daya tolak terhadap yang baru besar sekali, susah banget untuk menerima perubahan

fenti utari said...

mungkin itu sebabnya perlu sekali diterapkan organisasi berbasis pengetahuan, bukan pengalaman dan umur saja mas. Penting juga menerapkan Good Corporate Governance supaya kinerja perusahaan juga meningkat terutama accountability-nya. Tujuannya sih agar tercipta kejelasan fungsi dan tanggung jawab tiap2 organ perusahaan sehingga organisasi berjalan efektif. iya enggak mas???

triadi said...

wah kalo ini setuju deh...

msalahnya sistem yang dah berlaku turun temurun sifatnya lembam, rada susah berubah...

sebagus apapun pengetahuan, ilmu manajemen dst..semua harus berangkat ato diawali dari pemimpinnya...pemimpin yang kuat lah yang bisa ngerubah budaya...

de said...

tag line nye mestine diganti: yang katro yang gak dipercaya :D