Tuesday, October 03, 2006

Saya Jadi AYAH

Saya memandang dengan mata berkaca-kaca melihat sebuah keajaiban besar dihadapanku, suatu kepercayaan lagi-lagi Allah SWT berikan kepadaku dan istriku, kepercayaan dan amanah besar berupa bayi laki-laki, tepat di hari kelima Bulan Ramadhan 1427 H atau tanggal 28 September 2006 jam 11.30 istriku melahirkan anak pertama kami, bayi laki-laki dengan berat 3,7 Kg dengan panjang 51 cm. Di Rumah Sakit Charitas Palembang.
Tanggal 27 September 2006 kemarin saya dan istri harus kontrol ke Dr Setia Budi kembali, perkiraan dokter istri saya bakal melahirkan sekitar tanggal 23 September tetapi apabila belum ada tanda-tanda harus kontrol kembali tanggal 27 September, pada saat kontrol tersebut seperti biasa dokter memeriksa istri dan USG juga, dari USG tersebut kelihatan kalo bayi kami dah sangat besar sekitar 3,6 dijelaskan juga posisi masih sungsang dan di tunjukkan kepala bayi sudah sangat mepet dengan perut istriku sehingga sangat sulit untuk berputar, dan dokter menyarankan untuk di operasi demi kebaikan ibu dan bayinya.
Hari itu juga istri saya langsung disuruh rawat inap untuk dilakukan check up menyeluruh sebelum melaksanakan operasi keesokan harinya. Dari mulai tes detak jantung, tes darah dan lain-lain sampe proses administrasinya. Dari hasil Check Up Dr menjelaskan kalo istri saya siap di operasi hanya saja Hb darahnya agak rendah yaitu 9,7 maka mesti disiapkan pendonor bila di butuhkan sewaktu-waktu.
28 September 2006 pukul 11 lebih 5 menit Istriku memasuki ruang operasi, Didampingi oleh ibu mertuaku dan kerabat dan saudara istriku aku hanya bisa berdoa dan berdzikir, waktu berjalan seakan melambat dan berjalan sangat lama. Sudah 30 menit istriku masih di dalam ruang operasi. Tepat pukul 11.40 menit pintu kamar operasi di buka dan saya melihat seorang suster menggendong bayi sambil memanggil saya, saya hanya bisa bersyukur dan berkaca-kaca melihat bayi yang digendong suster, ya buah hati kami. Suster menjelaskan bayi sama ibunya baik sehat. Bayinya sempurna. Waktu itu saya langsung mohon diijinkan untuk meng Adzani dan meng Qomati tapi suster bilang “iya pak silakan tapi jangan disini kasihan bayinya kedinginan“ suster juga jelasin akan bersihkan terlebih dahulu, saya kemudian di ajak suster untuk ke ruangan bayi.
Selama dibersihkan tak henti-hentinya mata saya berkaca-kaca sambil mengucapkan takbir sungguh luar biasa nikmat dan karunia-Mu ya Allah. Dedek nampak begitu sehat tangisannya kenceng sekali dan geraknya banyak. Saya perhatikan dengan detail dari ujung kepala hingga ujung kaki, saya hitung juga jari-jari tangan dan kakinya, alhamdulilah dedek sempurna “Saya sudah Jadi Ayah” ucap saya pelan sambil berkaca-kaca. Setelah bersih dedek diserahkan ke saya kemudian saya Adzani di telinga kanan dedek yang dari tadi menangis langsung berhenti diam dan memperhatikan sambil mendengarkan dengan baik adzan dan qomat. Selesai qomat dedek langsung menangis kembali, suster meminta kembali dedek untuk dibersihkan di timbang dan di ukur panjangnya. Setelah itu saya di persilakan untuk kembali ke ruang operasi kembali untuk menjemput istri saya

Hampir 1 jam kemudian istri saya baru keluar dari kamar operasi, istri saya sadar karena hanya di bius lokal, dan masih tetap ceria dan langsung menanyakan mana fotonya dedek. Saya baru sadar dari tadi kamera digital ini hanya saya kantongi padahal sudah janji untuk langsung memfoto dedek. Saya benar2 lupa.

Ya Allah ya Tuhan Kami,
Tanpa Terasa kini saya telah menjadi seorang ayah, dan istri saya menjadi seorang ibu, untuk melanjutkan regenarasi sunnatullah-Mu
Ya Allah Ya Tuhan Kami
Bila putra kami ini adalah anugerah dari-Mu, perkenankan kami menjadi orang-orang yang bisa menjaga anugerah-Mu ini, anugerah yang tiada ternilai. Dan bila kehadiran putra kami adalah kepercayaan dari-Mu, maka jadikanlah kami ini orang-orang yang layak mendapatkan kepercayaan dari-Mu
Duhai Zat yang maha pengasih dan Penyayang, Engkau tunjukkan kebaikan-Mu di tengah dosa dan maksiat yang kami jalankan, melalui kehadiran seorang anak yang membawa tambahan kebahagiaan, maka lengkapilah kebahagiaan kami dengan menjadikan kami semua orang yang saleh, yang mampu berbuat kebaikan. Petunjuk dan bimbingan-Mu senantiasa akan kami butuhkan, supaya kami bukan seperti orang buta yang berjalan dalam kegelapan, buta diatas kegelapan..
Amin.....

5 comments:

poer said...

dedek lucu euy

selamat both of you

semoga dedek jadi orang yang shaleh, berguna untuk agama, bangsa dan kedua orang tuanya...

a little bit cliche sih.. tapi gak papa tho tri...

-poer-

afin said...

aduh akhirnya, jadinya si dedek dikasih nama siapa?
padahah yang lalu masih repot nyiapin nama,selamat yah...

Laksono said...

makasih banyak mbak afin sama mas poer, mohon doanya biar menjadi anak yang saleh, banyak memberikan manfaat buat semuanya amin...

Namora said...

Selamat ! SMS ku pas waktu itu ngga nyampe ya?

Laksono said...

gak sampe mas nam, bunda aja yang sampe smsnya sama telpnya. makasih banyak mas