Monday, May 28, 2007

Pingin Cantik?

Sejak di bulukumba saya jadi anak kos-kosan, benernya bukan ngekos sistemnya kontrak juga setahun, bayar listrik sendiri juga. karena jenuh ngekos saya akhirnya mutusin untuk kontrak rumah, selain ingin suasana baru saya juga ingin deket dengan kantor gak perlu jalan jauh-jauh. apa lagi naik becak.
ya akhirnya setelah muter-muter survey saya dapatin kontrakan lumayan deket dengan kantor, selain itu sapa tahu mamanya rafi dateng jadi ada tempat kalo di tempat kemarin masih sumpek gitu.
jadi sekarang jadi rutin jalan2 pagi untuk ke kantor dan sore pulang kerumah, paling gak bisa ngurangin lemak-lemak yang dah mulai numpuk diperut.

setiap jalan ke kantor saya selalu tersenyum melihat salah satu salon di jalan yang saya lewati, deket banget dengan sawah dan banyak ternak sapi dan kambing. dan rame juga loh yang potong rambut disitu.
ya kecantikan kayaknya sudah menjadi kebutuhan mendasar bagi setiap orang, gak cuma di kota bahkan di desa. munculnya salon-salon seperti ini benar-benar menjawab kebutuhan ini.
kalau saya malah lebih sering potong rambutnya di makassar kalo gak ya di palangkaraya. belum perna saya cukur rambut di bulukumba. barang kali ada yang berminat nih mau cukur rambut silakan aja datang ke i-one salon ( baca iwan salon).










Mohon maaf kalo gak berkenan, karena saya ambil fotonya tanpa ijin yang bersangkutan

Friday, May 25, 2007

Huh...#:-S

Udah lama juga gak menyentuh lembaran halaman blog ini dan menulis sebuah cerita, setelah cuti panjang sejak tanggal 11 sampe 21 mei kemarin dan baru tanggal 22 kemarin mulai lagi aktif di kantor, ya seperti biasa kerjaan menumpuk gak karuan seperti biasa, apa lagi kantor wilayah juga kayaknya lagi semangat minta banyak laporan jadinya banyak sekali surat dari wilayah yang numpuk di meja kerja. :(
ya walo capek, bosen juga tapi tetep bersyukur mama rafi akhir nya juga udah mendingan dah baikan sejak jatuh dari motor. dan mbah kakung nya rafi juga uda keluar dari rumah sakit setelah lebih dari 3 minggu dirawat di rumah sakit. alhamdulillah rafi sehat dah 2 giginya dah bisa berdiri deh moga gak lama lagi jalan.
cuti lama ya di surabaya cuma bentar cuma sehari aja. paling ya ke rumah sakit jagain mbah kakung nya rafi.
kalo di Palangka raya sendiri ya ribut urus2 mamanya rafi, selain juga beresin motornya yang abis tabrakan kemarin jadinya ya ke bengkel. kebetulan rumah juga lagi ada banyak masalah ya bener2in plafon, sempet juga ngungsi2 pindah kamar gara-gara ada bangkai tikus di atap, ampe kebanjiran gara-gara saluran air yang mampet..#:-S ya alhamdulillah semua dah beres juga.
nyampe bulukumba ya rutinitas lagi apalagi report mei ini dipercepat aduh ampun-ampun deh...mana Pemeriksa internal dari pusat juga mau dateng... huh eneegg deh liat kerjaan numpuk, mana laporan bulan april aja belum, ditambah laporan cost accounting juga belum disentuh... ada lagi yang minta data-data lain hehe... please deh tangan cuma dua ngantrii ya... jangan nambah bikin pusing deh jagan ditelp-telp mulu...
ya jadinya walo capek ya tetep lembur-lembur dan begadang...

ya mesti nyiapin semuanya buat laporan mei..
ya nasib... cuma tukang mesti sabar nurut aja deh... PASRAH

Wednesday, May 02, 2007

Ketika Matahari Tenggelam dan Adzan Maghrib Berkumandang..

Hari sudah sore matahari juga mulai tenggelam, saya masih duduk manis di kantor. hari ini hari rabu sore semua temen pada pulang, saya masih duduk dan gak tahu mesti ngapain.
adzan maghrib pun terdengar, setiap denger adzan maghrib saya selalu merasa bener-bener jauh dari rumah. kalo matahari saja mengerti sebelum malam dia harus pulang. tetapi saya, masih saja disini di kantor, dibulukumba sebuah kota yang bener-bener jauh dari tempat yang bisa saya sebut rumah dan gak tahu sampai kapan saya akan pulang kerumah. saya jadi inget masa kecil dulu ibu sama bapak selalu memanggil pulang sebelum maghrib harus dah disuruh mandi kemudian sama -sama berangkat ke langgar untuk sholat jamaah, pokoknya sebelum maghrib harus udah ada dirumah. bahkan pintu rumah ditutup kalo maghrib.
Hari ini saya bener-bener merindukan istri dan anakku. merindukan bapak dan ibuku serta adik dan kakakku.., apalagi hari ini bapak masih terbaring sakit di rumah sakit. dan tadi pagi saya denger istri saya jatuh dari motor dan sempet mendapatkan beberapa jahitan di dagu dan beberapa luka lecet lecet di tubuh dan harus istirahat dirumah sakit, membuat saya semakin berpikir kembali untuk apa sebenarnya saya begitu jauh merantau disini? apakah uang ? uang juga gak punya gaji bulanan habis hanya untuk beli tiket ke istri sisanya hanya cukup untuk buat hidup yang belum bisa di sebut jauh dari layak. Apa demi karir? saya juga belum banyak berubah sejak diterima kerja di perusahaan ini empat tahun yang lalu...
ya semuanya masih seperti ini belum ada yang spesial...
ada yang bilang kita mesti sabar, ini ujian mesti bisa kita lewati semuanya. karena orang yang punya iman pasti ikhlas menjalankan semua ujiannya.

ya ketika maghrib datang, kerinduan akan rumah begitu luar biasa rasanya...
saya hanya bisa duduk dan memandang kosong pada laptop jelek ini...
saya harus berpikir tentang apa sebenarnya yang saya cari???
saya masih diam dan gak tahu mesti bicara apa...
ya hanya diam... hening bersama dinginnya malam yang datang bersama berkecamuknya pertanyaan pertanyaan yang ada di pikiran

dan
saya bener-bener lelah

Thursday, April 26, 2007

Dimana Kepekaan kita

Mendadak saya jadi kepingin nulis tentang ini, di dua milis yang saya ikuti, yaitu milis Alumni FE unair dan milis blogger makassar sedang rame membicarakan masalah yang menurut saya mirip serupa tapi tak sama.
di Millis Alumni FE Unair sedang dibicarakan, keprihatinan para alumni yang melihat perjuangan korban Lapindo warga perumtas satu, yang sedang berdemo dijakarta untuk menuntut ganti rugi cash and carry, para alumni kebanyakan merasa prihatin dengan perjuangan warga perumtas. bahkan bisa di bilang "ngenes" melihat korban lapindo yang berjuang sendirian berdemo didepan istana dan di depan gedung DPR. walau alumni FE unair sendiri dengan sukarela sudah mengumpulkan bantuan dalam bentuk makanan kain dan lain-lain. tetapi masih terasa korban Lapindo ini berjuang sendirian. dan Bertanya dimana para Mahasiswa sekarang? dimana LSM? bahkan ada salah satu alumni yang dengan jelas membandingkan kasus lapindo dengan kasus waduk kedung ombo, dimana saat itu mahasiswa dan LSM berada digarda terdepan membela rakyat.

Sedangkan di Millis Blogger makassar pada ribut mengomentari demo mahasiswa Universitas Muslim Indonesia yang sedang memperingati April makassar bedarah dengan seenaknya menutup jalan dimana seorang guru besar MIPA Unhas sedang sakit harus dilarikan ke rumah sakit wahiddin sudiro husodo. anak beliau yang berusaha membuka blokade jalan agar mobil yang membawa sang guru besar bisa lewat malah di keroyok oleh sebagian mahasiswa.

dari dua cerita di atas saya jadi sedikit prihatin dengan kepekaan sosial kita, terutama adik-adik mahasiswa kita. Korban Lapindo sudah begitu lama harus merasakan penderitaan material dan spiritual, makan hati dan pikiran hidup dalam pengungsian.
sedang di makassar sendiri mahasiswa dengan arogan menutup jalan yang merupakan kepentingan publik. ayolah adik-adik mahasiswa lebih bijaksana dalam melakukan demo, tunjukkan kepekaan sosial kita tunjukkan bahwa mahasiswa bukan cuma bisa demo ngomong koar-koar, mahasiswa bukan cuma bisa duduk diam di kursi ormawanya dan mahasiswa bukan cuma bisa belajar berpikir dan kuliah.
Tunjukkan bahwa mahasiswa juga punya hati nurani dan kepekaan sosial. berdemo yang sehat yang simpatik. berpihaklah pada kepentingan rakyat.

links terkait berita demo Umi
saya sempet dapat foto ini di pasar ikan makassar, gak ada hubungannya emang cuma lucu aja ngeliatnya. Bener-bener memanfaatkan momen deh, gimana mau coba? saya tidak tertarik yang pasti makan bakso dengan nama lapindo, atau mungkin bisa cash and carry ya baksonya :D


Tuesday, April 24, 2007

Sebuah Paradigma

Barusan saya blogwalking nemu tulisan bagus disini, ketika baca tulisan ini saya jadi inget banyak keluahan temen-temen di salah satu milis yang saya ikuti, serta obrolan-obrolan di YM. bahkan kemarin salah satu temen saya sempet mengeluh dan ingin banget segera keluar dari kerja dan cari pekerjaan yang baru. ya sebenarnya sih masalahnya semuanya sama kesenjangan kesempatan antara yang lebih tua dan yang lebih muda.
saya jadi inget iklan salah satu produsen rokok "yang muda yang gak di percaya" iya iklan ini memang kerasa nyentil deh.
Manajemen sering kali kadang hanya meliat senioritas, menganggab yang lebih tua lebih mampu, melihat bahwa dengan pengalaman mereka lebih layak mendapatkan kepercayaan. Manajemen yang bagus dan profesianal seharusnya memberikan kesempatan yang sama bagi semua karyawannya. manajemen yang bagus saya yakin sudah memikirkan hal ini. iya yang lebih tua memang mungkin memiliki emaosional control yang lebih bagus dari yang muda karena faktor umur dan pengalaman walaupun ini gak selamanya. tapi jangan dilupakan juga unsur kreatifitas, yang lebih muda apa lagi generasi pegawai yang baru yang fresh graduate masih segar semangat dan memiliki modal pendidikan lebih baik ( dalam hal teori ) dari pada yang lebih tua saya rasa perlu di pertimbangkan.
Gap antara yang tua dan yang muda dalam hal knowledge, emotion dan semangat serta kreatifitas ini sebenarnya bisa di jembatani dengan transfer knowledge diantara keduanya, atau melalui diklat dan pelatihan yang bagus dan terencana. Kayaknya emang paradigma ini ada di hampir seluruh perusahaan, bukan hanya dipekerjaan bahkan di dunia kampus, di pemerintahan dan yang lainnya. kalo gak percaya coba aja tanya sama para praja junior di IPDN.
Kayaknya setiap perusahaan mestinya juga berpikir menghilangkan paradigma in, yang lebih penting adalah kepuasan karyawan harus dijaga jangan sampai masalah seperti ini mengurangi semangat kerja para karyawan.
sudah saat nya Yang muda diberi kesempatan yang sama dengan yang lebih tua.
bagai mana menurut anda? apa bener paradigma ini ada? Tanya kenapa?